Konsep Dasar Motivasi

Motivasi adalah proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan usaha untuk mencapai suatu tujuan.
Dalam konsep dasar motivasi terdapat teori-teori motivasi diantaranya Teori Kebutuhan.

Hierarki Teori Kebutuhan

Teori Hirarki Kebutuhan Dari A.H Maslow
Hierarki Kebutuhan adalah Hierarki lima kebutuhan- Fisiologis, keamanan, sosial, penghargaan dan aktualisasi diri- yang ada ketika setiap kebutuhan pada dasarnya telah dipenuhi, kebutuhan yang berikutnya menjadi dominan.

Secara umum teori hierarki kebutuhan yang dipaparkan oleh A.H. Maslow membahas mengenai motivasi yang didasarkan oleh tingkatan kebutuhan manusia. Motivasi kerja didasarkan oleh 5 macam kebutuhan yaitu mulai dari yang paling dasar (primer) sampai yang paling tinggi derajatnya. Dalam teorema hirarki diakui bahwa terpenuhinya kebutuhan harus didasarkan pada urutan tingkatan yang ada dari dasar hingga tingkatan yang paling tinggi, jadi ketika tingkatan kebutuhan dasar tidak dapat dipenuhi maka untuk tingkatan kebutuhan diatasnya hal itu tidak dapat secara langsung dipenuhi. Lima tingkatan kebutuhan berdasarkan teorema hierarki A.H Maslow dapat dijabarkan sebagai berikut:
1. Tingkatan kebutuhan dasar/ jasmaniah/faali, contoh: gaji
2. Tingkatan kebutuhan akan rasa aman : pengangkatan sebagai pegawai tetap, tunjangan, pensiun, dan sebagainya.
3. Tingkatan kebutuhan untuk memiliki dan mencintai: ingin terlibat dalam kegiatan kelompok formal dan informal (sosial).
4. Tingkatan kebutuhan akan harga diri : gelar, jabatan, promosi.
5. Tingkatan kebutuhan untuk aktualisasi diri: ingin merealisasikan gagasan-gagasan dan kreasi-kreasi sendiri.

Teori Dua Faktor Dari Hezberg
Motivasi kerja ditentukan oleh faktor-faktor yang menghambat dan mendorong motivasi kerja sebagai berikut:
a. Faktor-faktor yang menghambat motivasi kerja disebut sebagai faktor higienik misalnya masalah gaji, keamanan kerja, pengawasan, kebijaksanaan dan administrasi perusahaan, kondisi kerja, hubungan antara pegawai dan lain-lain. Kalau faktor higienik ditingkatkan maka maka hambatan terhadap motivasi kerja hilang.
b. Faktor-faktor yang mendorong MK disebut sebagai motivator misalnya prestasi, penghargaan, tanggung jawab, kemajuan kerja itu sendiri. Peningkatan faktor motivator akan meningkatkan motivasi kerja.

Teori ERG Dari Alderfer
Teori motivasi kerja oleh Alderfer mirip dengan teori yang dikemukakan oleh Maslow yaitu menghubungkan motivasi kerja dengan kebutuhan tetapi Alderfer hanya mengemukakan 3 kebutuhan yaitu Existence, Relatedness, Growth (ERG):
a. Existence : Kebutuhan untuk bertahan hidup (survival).
b. Relatedness : Kebutuhan untuk berinteraksi sosial.
c. Growth : Kebutuhan untuk mengembangkan diri sendiri,

Motif Sosial oleh David McClelland
Interaksi sosial yang dilakukan manusia didalam kehidupannya melibatkan motif sosial yang mengimplikasian pada setiap tindakannya dalam berinteraksi antar sesamanya. Menurut McClelland ada tiga macam motif yang sangat berpengaruh dalam diri seseorang dalam berhubungan dengan lingkungannya. Motif tersebut dinamakan motif sosial yaitu motif yang pada umumnya akan mempengaruhi tingkah laku seseorang bila ia berhubungan dengan orang lain di dalam suatu lingkungan dan situasi tertentu.
Adapun motif – motif sosial yang dipaparkan oleh David Mc Clelland adalah:
a. Motif Affiliasi : yaitu motif yang mengarahkan tingkah laku seseorang dalam berhubungan dengan orang lain. Didalam lingkungannya akan berlaku sebagai seseorang yang menyenangi keharmonisan.
b. Motif Kekuasaan ; motif yang menyebabkan seseorang ingin menguasai dan mendominasi orang lain dalam berhubungan dengan seseorang dan lingkungannya. Orang yang mempunyai motif ini cenderung untuk bertingkah laku otoriter. Ia senang dapat bertindak dan berkuasa atas orang lain dan orang-orang tersebut mau berbuat seperti apa yang dikatakannya.
c. Motif prestasi : motif yang mengarahkan tingkah laku seseorang dengan menitikberatkan pada tercapainya suatu prestasi tertentu. Kalau pada motif sebelumnya objeknya adalah motif manusia lain yang ada di lingkungannya maka motif ini sangat erat hubungannya dengan pekerjaan. Orang-orang yang memiliki motif ini tidak terlampau menghiraukan orang lain yang paling penting adalah bagaimana caranya bisa mencapai suatu prestasi tertentu.

Teori Motivasi oleh Douglas Mc Gregor (Teori X dan Y)

Douglas Mc Gregor menemukan teori X dan Y setelah mengkaji cara para manager berhubungan dengan para karyawan. Ada empat asumsi yang dimiliki oleh manager dalam teori X, yaitu:
1. karyawan pada dasarnya tidak menyukai pekerjaan dan sebisa mungkin berusaha untuk menghindarinya
2. karena karyawan tidak menyukai pekerjaan, mereka harus dikendalikan atau diancam dengan hukuman untuk mencapai tujuan
3. karyawan akan menghindari tanggung jawab dan mencari perintah formal (asumsi ketiga)
4. sebagian karyawan menempatkan keamanan di atas semua faktor lain terkait pekerjaan dan menunjukkan sedikit ambisi

Bertentangan dengan pandangan-pandangan negatif mengenai sifat manusia dalam teori X, ada empat asumsi positif yang disebutkan dalam teori Y, yaitu:
1. karyawan menganggap kerja sebagai hal yang menyenangkan seperti halnya istirahat atau bermain
2. karyawan akan berlatih mengendalikan diri dan emosi untuk mencapai berbagai tujuan
3. karyawan bersedia belajar untuk menerima, mencari dan bertanggung-jawab
4. karyawan mampu membuat berbagai keputusan inovatif yang diedarkan ke seluruh populasi dan bukan hanya bagi mereka yang menduduki posisi manajemen.

Sekian sedikit ilmu tentang Persepsi dan Motivasi, semoga dapat bermanfaat bagi anda🙂

GOD BLESS YOU