Shalloooommmm :)….hari ini saya akan membahas betapa pentingnya suatu sikap bagi kepuasan kerja. setelah sebelumnya saya telah membahas tentang “Individu” yang mengacu pada sikap manusia.

Pertama-tama saya akan membahas apa itu “sikap”. Sikap adalah pernyataan evaluatif-baik yang menyenangkan maupun tidak     menyenangkan terhadap objek, individu, atau peristiwa. Komponen utama dari sikap yaitu :

  1. Komponen Kognitif (cognitive component) : Segmen Opini atau keyakinan dari sikap
  2. Komponen Afektif ( affective component ): Segmen emosional atau perasaan dari sikap
  3. Komponen Perilaku ( behavioral component ) : Kiat untuk berperilaku dalam cara tertentu terhadap seseorang atau sesuatu.

Gambar diatas menunjukkan hubungan antara tiga komponen utama dalam sikap.
Seberapa Konsinstenkah Sikap Itu ?

Mungkin anda pernah mendengar tentang organisasi mahasiswa, misalnya : seorang mahasiswa baru yakin bahwa perkumpulan mahasiswa merupakan sesuatu hal yang bagus dan menjadi anggota dalam dalam organisasi mahasiswa adalah penting. Akan tetapi, apabila ia gagal untuk menjadi anggota sebuah organisasi mahasiswa , ia mungkin berkata, “Aku tahu bahwa bagaimanapun juga suatu organisasi mahasiswa tidak begitu menyenangkan”.
Cerita diatas menunjukkan bahwa tidak adanya ketidak konsistenan atau ketidaksesuaian antara sikap dan perilakunya dan  individu berusaha untuk menetapkan sikap yang berbeda serta meluruskan sikap dan perilaku mereka sehingga mereka terlihat konsisten dan rasional.

Pada akhir tahun 1950-an, Leon Festinger mengemukakan teori “Ketidaksesuaian Kognitif” yang menunjuk pada ketidaksesuaian yang dirasakan oleh seorang individu antara dua sikap atau lebih, atau antara perilaku dan sikap. Alternatif yang dapat dilakukan untuk menghindari ketidaksesuaian ini yaitu : Ia bisa mengubah perilakunya, mengurangi ketidaksesuaian dengan menyimpulkan bahwa perilaku yang tidak sesuai bagaimanapun juga tidak begitu penting, serta mengubah sikapnya.

Apakah Perilaku Selalu Mengikuti Sikap ?

Penelitian sebelumnya menganggap bahwa sikap mempunyai hubungan sebab akibat dengan perilaku yaitu : sikap yang dimiliki individu menentukan apa yang mereka lakukan. Namun, berdasarkan evaluasi sejumlah penelitian yang menyelidiki hubungan sikap-perilaku, peninjau menyimpulkan bahwa sikap tidak berhubungan dengan perilaku atau, paling banyak , hanya berhubungan sedikit. Penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa sikap memprediksi perilaku masa depan secara signifikan dan memperkuat keyakinan semula.

Ketidaksesuaian antara sikap dan perilaku kemungkinan besar muncul ketika tekanan sosial untuk berperilaku dalam cara-cara tertentu yang luar biasa . Akhirnya sikap dan perilaku mungkin sekali menjadi jauh lebih kuat apabila sebuah sikap merujuk pada sesuatu dengan mana individu tersebut mempunyai pengalaman pribadi secara langsung.

Apakah Sikap Kerja yang Utama ?

Seseorang bisa memiliki ribuan sikap, tetapi PO menfokuskan perhatian pada jumlah yang sangat terbatas mengenai sikap yang berkaitan dengan kerja. Sebagian besar penelitian dalam PO berhubungan dengan tiga sikap, yaitu :

  1. Kepuasan Kerja ( Job Satisfaction ). Kepuasan Kerja adalah perasaan positif tentang pekerjaan seseorang yang merupakan hasil dari evaluasi karakteristik-karakteristiknya.
  2. Keterlibatan Pekerjaan ( Job Involvement ). Keterlibatan pekerjaan adalah Tingkat sampai mana seseorang memihak sebuah pekerjaan, berpartisipasi secara aktif di dalamnya, dan menganggap kinerja penting sebagai bentuk penghargaan diri. Karyawan yang memiliki keterlibatan yang tinggi sangat memihak dan benar-benar peduli dengan bidang pekerjaan yang mereka lakukan. Di dalam keterlibatan pekerjaan juga terdapat konsep Pemberian Wewenag Psikologis ( Psychological empowerment ), yaitu keyakinan karyawan terhadap sejauh apa mereka memiliki lingkungan kerja, kompetensi, makna pekerjaan, dan otonomi dalam pekerjaan, juga sangat berkaitan dengan sikap kerja.
  3. Komitmen Organisasional ( Organizational Commitment ). Komitmen Organisasional didefinikasn sebagai suatu keadaan dimana seorang karyawan memihak sebuah organisasi serta tujuan-tujuan dan keinginannya untuk mempertahankan keanggotaan dalam organisasi tersebut.

Jadi, keterlibatan pekerjaan yang tinggi berarti memihak pada pekerjaan tertentu seorang individu, sementara komitmen organisasional yang tinggi berarti memihak organisasi yang merekrut individu tersebut.

Bagaimana Sikap Karyawan dapat Diukur ?

Sikap karyawan dapat diukur dengan adanya survey sikap. Survey Sikap adalah upaya mendapatkan respons dari karyawan melalui kuesioner mengenai perasaan mereka terhadap pekerjaan, tim kerja, penyelia, dan organisasi. Penggunaan survey secara teratur memberi manajer umpan balik yang berharga mengenai bagaimana karyawan menerima kondisi kerja mereka. Kebijaksanaan dan praktik yang dianggap objektif dan adil oleh manajemen mungkin dianggap tidak adil oleh karyawan atau kelompok karyawan tertentu. Hal ini dikarenakan karena perilaku karyawan didasarkan pada persepsi, bukan kenyataan.

Apa Arti Penting dari Sikap terhadap Keberagaman di Tempat Kerja ?

Seperti apakah program keberagaman ini dan bagaimana hal ini menyampaikan perubahan sikap ? Hampir semuanya meliputi fase evaluasi diri. Individu didesak untuk memeriksa diri sendiri serta meghadapi stereotip etnis dan kultural yang mungkin mereka miliki. Kemudian, para partisipan biasanya ambil bagian dalam diskusi kelompok atau panel-panel dengan wakil dari berbagai kelompok. Bukti menyatakan latihan ini mengurangi sikap negatif terhadap individu yang berbeda dari para partisipan.

Kepuasan Kerja

Dalam bagian ini, kita akan membahas konsep “Kepuasan Kerja” dengan lebih saksama. Bagaimana kita mengukur kepuasan kerja? Seberapa puaskah karyawan dengan pekerjaan mereka? Apakah yang menyebabkan karyawan memiliki tingkat kepuasan kerja yang tinggi? Bagaimana karyawan yang tidak puas dan puas memengaruhi sebuah organisasi?

Bagaimana Kita Mengukur Kepuasan Kerja ?

Penilaian seorang karyawan tentang seberapa ia merasa puas atau tidak puas dengan pekerjaan merupakan penyajian yang rumit dari sejumlah elemen pekerjaan yang berlainan. Pertanyaannya bagaimana kita mengukur konsep tersebut?

Ada dua pendekatan yang paling lugas digunakan yaitu :

  1. Metode Penilaian Tunggal Secara Umum. Metode ini sekadar meminta individu untuk merespons satu pertanyaan, seperti “Dengan mempertimbangkan semua hal, seberapa puaskah diri anda denga pekerjaan anda?” dan para responder menjawab sesuai dengan keinginannya. Pendekatan ini mengidentifikasi elemen-elemen penting dalam suatu pekerjaan dan menanyakan perasaan karyawan tentang setiap elemen.
    Faktor-faktor khusus yang akan dimasukkan adalah sifat pekerjaan, pengawasan, bayaran saat ini, peluang Promosi, dan hubungan rekan-rekan kerja.
  2. Nilai Penyajian Akhir yang terdiri atas sejumlah aspek Pekerjaan. Hasil perbandingan penilaian global satu pertanyaan dengan metode penyajian akhir faktor-faktor pekerjaan yang lebih panjang menunjukkan bahwa pada dasarnya yang pertama sama validnya dengan yang terakhir.

Seberapa Puas Individu dengan Pekerjaan Mereka ?

Penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan mengalami  banyak perubahan tergantung pada segi kepuasan kerja. Mereka akan mengatakan puas apabila upah yang diterimanya sesuai dengan apa pekerjaan yang telah dilakukannya .

Apakah yang Menyebabkan Kepuasan Kerja ?

Pada kenyataannya, dari segi kepuasan kerja (kerja itu sendiri, bayaran, kenaikan jabatan, pengawasan, rekan kerja ), menikmati kerja itu sendiri hampir selalu merupakan segi yang paling berkaitan erat dengan tingkat kepuasan kerja yang tinggi secara keseluruhan. Dengan kata lain, sebagian besar individu lebih menyukai kerja yang menantang dan membangkitkan semangat daripada kerja yang dapat diramalkan dan rutin.

 

Semoga ilmu yang saya bagikan ini dapat bermanfaat bagi anda semua.

God Bless You🙂