Saat ini saya akan membahas tentang apa itu Individu

Individu adalah kata benda dari individual yang berarti orang, perseorangan, dan oknum. Berdasarkan pengertian di atas dapat dibentuk suatu lingkungan untuk anak yang dapat merangsang perkembangan potensi-potensi yang dimilikinya dan akan membawaperubahan-perubahan apa saja yang diinginkan dalam kebiasaan dan sikap-sikapnya.

Setiap individu memiliki baik itu kognitif, afektif, maupun motorik. Berikut saya akan menjelaskan satu per satu.

A. KOGNITIF

Kemampuan kognitif merupakan kemampuan yang berkaitan dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan tehnologi. Setiap orang memiliki persepsi tentang hasil pengamatan atau penyerapan atas suatu obyek. Berarti ia menguasai segala sesuatu yang diketahui, dalam arti pada dirinya terbentuk suatu persepsi, dan pengetahuan itu diorganisasikan secara sistematik untuk menjadi miliknya.

B. AFEKTIF

Afektif berkaitan dengan sikap, sebagai hasilnya berupa perubahan tingkah laku. Wilson juga mengatakan bahwa afektif juga berkaitan dengan berkaitan dengan perasaan atau emosi.

Pengaruh Faktor Afektif :
1.Menerima, atau memperhatikan ialahkepekaan terhadap kehadiran gejala dan rangsangan tertentu.
2.Merespon, ialah mereaksi rangsanganatau gejala tertentu.
3.Menghargai, berikut pengertian, bahwagejala atau tingkah laku mempunyai harga atau nilai tertentu.
4.Mengorganisasikan nilai, ialah mengatur nilai-nilai atau sistem nilai dan menetapkan berlakunya nilai-nilai yangdominan.
5.Mewatak, yaitu kondisi dimana nilai-nilai dari sistem yang telah diyakini benar-benar merasuk di dalam pribadiseseorang.

C. MOTORIK

Kecakapan motorik atau kemampuan psiko-motorik merupakan kemampuan untuk melakukan koordinasi gerakan syarat motorik yang dilakukan oleh syaraf pusat untuk melakukan kegiatan.

engaruh Faktor Psikomotor

1.Mengindera, yaitu kegiatan yang dilakukan oleh alat-alat indera.

2.Menyiagakan diri, ialah mengatur kesiapan diri sebelum melakukansesuatu agar tujuannya tercapai.

3.Bertindak secara terpimpin, adalah melakukan suatu tindakan denganmengikuti prosedur tertentu.

4.Bertindak secara mekanik, adalah bertindak mengikuti prosedur yang baku.

5.Bertindak secara kompleks, adalah bertindak secara teknologi yangdidukung oleh kompetensi.

Dari uraian tentang pengaruh faktor kognitif, afektif, dan motorik dapatdisimpulkan bahwa ketiga faktor tersebut sangat besar pengaruhnyaterhadap perbedaan individu baik secara terpisah maupun campuran.

saya juga akan menjelaskan 2 hal yang sangat kuat dalam setiap individu yaitu People dan Sistem

A. PEOPLE

Individu dalam hal ini adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan-peranan yang khas di dalam lingkungan sosialnya, melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkahlaku spesifik tentang dirinya. Akan tetapi dalam banyak hal banyak pula persamaan disamping hal-hal yang spesifik tentang dirinya dengan orang lain. Disini jelas bahwa individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan khas didalam lingkungan sosaialnya, melainkan juga mempunyai kepribadian, serta pola tingkah laku spesifik dirinya. Persepsi terhadap individu atau hasil pengamatan manusia dengan segala maknanya merupakan suatu keutuhan ciptaan Tuhan yang mempunyai tiga aspek yang melekat pada dirinya, yaitu aspek organik jasmaniah, aspek psikis rohaniah, dan aspek sosial. Apabila terjadi kegoncangan pada salah satu aspek, maka akan membawa akibat pada aspek yang lainnya. Manusia mempunyai pengaruh penting dalam kelangsungan ekosistem serta habitat manusia itu sendiri, tindakan-tindakan yang diambil atau kebijakan-kebijakan tentang hubungan dengan lingkungan akan berpengaruh bagi lingkungan dan manusia itu sendiri.

Kemampuan kita untuk menyadari hal tersebut akan menentukan bagaimana hubungan kita sebagai manusia dan lingkungan kita.

B. SYSTEM

sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

cara lebih rinci, ciri-ciri yang terkandung dalam sistem atau pendekatan sistem, adalah:

1. Adanya tujuan:

Setiap rakitan sistem pasti bertujuan, tujuan sistem telah ditentu­kan lebih dahulu, dan itu menjadi tolok ukur pemilihan kompo­nen serta kegiatan dalam proses kerja sistem. Komponen, fungsi komponen, dan tahap kerja yang ada dalam suatu sistem meng­arah ke pencapaian tujuan sistem. Tujuan sistem adalah pusat orientasi dalam suatu sistem.

2. Adanya komponen sistem (selain tujuan):

Jika suatu sistem itu adalah sebuah mesin, maka setiap bagian (onderdil) adalah komponen dari mesin (sistemnya); demikian pula halnya dengan pengajaran di sekolah sebagai sistem, maka semua unsur yang tercakup di dalamnya (baik manusia maupun non manusia) dan kegiatan-kegiatan lain yang terj adi di dalamnya adalah merupakan komponen sistem. Jadi setiap sistem pasti memiliki komponen-komponen sistem.

3. Adanya fungsi yang menjamin dinamika (gerak) dan kesatuan kerja sistem:

Tubuh kita merupakan suatu sistem, setiap organ (bagian) dalam tubuh tersebut mengemban fungsi tertentu, yang keseluruhan­nya (semua fungsi komponen sistem) dikoordinasikan secara kompak, agar diri kita dan kehidupan kita sebagai manusia ber­jalan secara sehat dan semestinya.

Penyelenggaraan pengajaran di sekolah merupakan suatu sis­tem, maka setiap komponen yang mempunyai fungsi tertentu itu mesti menyumbang secara sepantasnya dalam rangka mencapai tujuan dan semua fungsi tersebut perlu dikoordinasikan secara terpadu agar proses pengajaran berlangsung secara efektif dan cfisien.

Misalnya: fungsi komponen yang berstatus guru adalah pem­bimbing belajar siswa (pendorong motivasi belajar siswa, peng­arah, pengatur (organisator) situasi belajar siswa, sebagai nara sumber (fasilitator), bertindak sebagai penyebar kebijakan, penilai hasil belajar siswa, dsb.); jika guru cakap menjalankan fungsinya maka akan sangat membantu kelancaran serta keberhasilan belajar siswa, dan sebaliknya.

4. Adanya interaksi antar komponen:

Antar komponen dalam suatu sistem terdapat saling hubungan, saling mempengaruhi, dan saling ketergantungan.

Misalnya: keguruan seseorang barulah menjadi nyata jika ada siswa yang bersedia untuk dididiknya; siswa yang responsif, kri­tis, dan koordinatif banyak membantu guru dalam mengem­bangkan kariernya.

hidup manusia itu sendiri.

Peranan yang terjadi pada kita sebagai makhluk individu dan sosial yaitu kita sebagai manusia wajib membantu sesama manusia jika dibutuhkan dan jika ingin menjadi manusia yang bersifat individu itu salah mudah dan banyak hal negatif daripada positifnya. Hal positifnya kita bisa menyimpan hal pribadi kita dengan sangat aman dan hal negatifnya kita jarang bersosialisasi dengan orang lain dan akan dikucilkan karena mementingkan diri sendiri.

Sekarang saya juga akan menjelaskan apa itu karakter karena di dalam setiap individu pasti memiliki karakter yang dapat membangun suatu kebiasaan setiap individu tersebut.

KARAKTER

Istilah karakter sendiri sesungguhnya menimbulkan ambiguitas. Karakter, secara etimologis berasal dari bahasa Yunani “karasso”, berarti ‘cetak biru’, ‘format dasar’, ‘sidik’ seperti misalnya dalam sidik jari. Dalam tradisi Yahudi, misalnya, para tetua melihat alam, seperti, laut, sebagai sebuah karakter, yaitu sebagai sesuatu yang bebas, tidak dapat dikuasai manusiaKarakter adalah sesuatu yang tidak dapat dikuasai oleh intervensi manusiawi, seperti, ganasnya laut dengan gelombang pasang dan angin yang menyertainya.Karakter merupakan struktur antropologis manusia, tempat di mana manusia menghayati kebebasannya dan mengatasi keterbatasan dirinya. Struktur antropologis ini melihat bahwa karakter bukan sekedar hasil dari sebuah tindakan, melainkan secara simultan merupakan hasil dan proses

Karakteristik Individu

Pengertian dari karakteristik adalah sifat khas atau kepribadian.

Faktor yang mempengaruhi karakteristik dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu:

•Pengaruh faktor keturunan dan lingkungan.
•faktor kognitif, afektif, psikomotor, dan campuran.
Berhubung saya dari Fakultas Ekonomi saya akan memandang karakteristik dari Sudut Entrepreneurship dan Intrapreneurship
Karakteristik Entrepreneurship

Karakteristik Entrepreneur

Kreativitas adalah sebuah elemen penting dalam jati diri seorang entrepreneur. Tanpanya, inovasi tidak akan bisa dihasilkan. Bagi Anda yang merasa kurang memiliki kreativitas, jangan khawatir karena daya kreasi dapat dilatih dan dikembangkan.

Di antara begitu banyak karakteristik, kita bisa temukan beberapa yang lazim dimiliki oleh entrepreneur yang kreatif. Beberapa yang paling menonjol ialah sebagai berikut:

1. Keterbukaan terhadap pengalaman

Keterbukaan ini mengacu kepada kepada keterbukaan terhadap pengalaman baru. Ia selalu berminat dan tanggap terhadap berbagai gejala di sekitar kehidupannya dan sadar bahwa di dalamnya terdapat individu yang berperilaku secara sistematis.

2. Imajinasi kreatif

Imajinasi kreatif ini dapat didefinisikan sebagai kemampuan menciptakan imajinasi yang kreatif terhadap berbagai hal yang baru, yang bahkan terlihat tidak mungkin.

3. Kepercayaan diri dan kepuasan dalam evaluasi diri sendiri

Yang dimaksud dalam hal ini ialah kepercayaan diri serta kemampuan melakukan penilaian terhadap diri sendiri. Kepuasan dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah dan dalam memecahkan kebingungan atau inkonsistensi Ini mengacu pada kepuasan dalam menghadapi masalah dan menyelesaikan keraguan atau inkonsistensi.

4. Memiliki tugas dan tanggung jawab untuk mencapai tujuan

Seorang entrepreneur juga memiliki tugas dan tanggung jawab untuk mencapai prestasi tertentu.

5. Kecerdasan dan tenaga

Seorang entrepreneur memiliki kecerdasan yang baik dan bertindak gesit dan penuh tenaga.

Sedangkan menurut Kenneth P. Morse, seorang dosen senior dan direktur pelaksana MIT Entrepreneurship Center membicarakan mengenai faktor pemicu sukses dalam entrepreneurship. Menurut pengalamannya, entrepreneur terbaik biasanya:

  1. Berintegritas
  2. Berjiwa Pemimpin
  3. Bersikap tidak sabaran dengan kecenderungan pada tindakan yang berbasis analisa
  4. Memiliki Kecepatan Kerja yang Tinggi
  5. Memiliki egi yang terkendali, mampu menerima petunjuk, mengakui dan merekrut orang lain untuk menembus kelemahannya
  6. Mau menjadi berbeda tetapijuga tahu apa itu perbedaan
  7. Bersikap pragmatis, mau berkompromi agar terus maju
  8. Bersikap kessatria saat pesaing menang
  9. tergerak untuk memecahkan masalah
  10. Mampu menarik orang dengan bakat prima
  11. Membangun tim berkualitas
  12. Mengembangkan teknologi serius dengan kekuatan yang berkelanjutan
  13. Penjualan bisa lebih tinggi dari teknologi
  14. Mendapat pelanggan sebelum mendapat investasi
  15. Mengatur arus kas usaha

Karakteristik Intrapreneurship

seorang intrapreuneur adalah seorang yang menciptakan kreatifitas namun ia masih berada dalam naungan perusahaan dimana yang bersangkutan bekerja. Ia kreatif di lingkungan kerjanya namun bukan untuk kepentingan bisnis pribadinya. Kreatifitasnya ditujukan untuk kepentingan perusahaan dimana ia bekerja.

Terdapat tiga pilar dalam intrepreneurship yaitu inovasi, pengambilan resiko yang terkalkulasi, dan kreativitas. Inovasi adalah kemampuan untuk melihat segala sesuatu dengan cara yang baru. Pengambilan resiko yang terkalkulasi merupakan kemampuan untuk mengambil kesempatan yang sudah diperhitungkan dan menganggap kegagalan sebagai suatu pengalaman belajar. Kreativitas merupakan kemampuan untuk memperkirakan berbagai kemungkinan di masa depan dan secara proaktif menciptakan apa yang diidamkan.

Berikut ini beberapa karakter mengenai Intrapreneurship :

a.       Proaktif
Saat ini semakin banyak pengangguran, tapi dunia usaha tetap mengeluh sulit mencari karyawan. Sikap proaktif adalah antusias, inisiatif, dan kreatif. Banyak orang hanya menunggu diperintah. Melakukan apa yang ingin dilakukan, bukan apa yang seharusnya dilakukan. Kondisi ini menjadi penghalang utama dalam kompetisi usaha. Jika perusahaan lemah, karyawan juga sulit dipertahankan.

b. Loyalitas
Sikap intrapreneurship bagi karyawan ialah loyalitas. Loyalitas adalah suatu komitmen jangka panjang untuk dukungan, pengorbanan, dan pembelaan kepada perusahaan. Loyalitas tidak dinilai pada masa senang, tetapi justru bagaimana respons kita pada masa-masa sulit.

c.       Ketekunan
Ketekunan membawa hikmah, karena dalam ketekunan ada pengharapan. Orang yang tekun selalu dapat melihat keuntungan dari hasil kerjanya. Ada cerita mengenai dua bersaudara anak petani. Ketika akan meninggal, sang petani berpesan bahwa ia sudah menimbun harta warisan di tanah pertanian mereka.
Setelah meninggal, kedua anaknya segera menggali dan mencangkul tanah pertanian itu. Namun harta itu belum ditemukan. Anak pertama dengan kecewa meninggalkan tanah pertanian dan pergi ke kota. Tapi, anak kedua merasa sayang jika tanah pertanian itu dibiarkan. Ia menanam kentang dan mendapat hasil panen yang luar biasa. Ternyata itulah harta yang ditinggalkan ayahnya. Ketekunan tidak pernah sia-sia.

Keunggulan dan Kerugian Intrapreneurship dilihat dari orangnya

Keunggulan dari intrapreneurship adalah pada sumber daya untuk melaksanakan pembangunan bisnis. Mereka dapat memakai sumber daya yang ada pada perusahaan sekarang. Bahkan perusahaan core dapat memberi jaminan modal dan memperbolehkan penggunaan nama perusahaan inti untuk branding. Manajemen operasi pada perusahaan baru dan kebijakannya terkadang mirip dengan perusahaan lama. Pada entrepreneur, manajemen biasanya lebih flexible.

Kerugian dari intrapreneurship adalah “boss” perusahaan baru sebenarnya masih tetap dihitung sebagai karyawan dari perusahaan inti sehingga kebebasannya tidak seluas perusahaan utama (terikat kontrak). Hidup dari perusahaan baru kadang sangat bergantung dari kebijakan perusahaan inti.

Saya Juga ingin menjelaskan apa itu Competency Based

Dewasa ini pendekatan yang banyak digunakan dalam mengelola sumber daya manusia adalah dengan menggunakan model Competency-Based Human Resource Management. Model CHBRM ini menerapkan pendekatan sistem terhadap seluruh aktivitas manajemen sumber daya manusia di dalam suatu organisasi. Sebagai suatu model yang sistematis, penerapan model CBHRM ini memungkinkan organisasi (perusahaan) untuk membuat sistem pengelolaan yang terintegrasi terhadap semua sistem dan kebijakan sumber daya manusianya.

CBHRM adalah suatu pola pendekatan di dalam membangun suatu sistem manajemen sumber daya manusia yang handal dengan memanfaatkan kompetensi sebagai titik sentralnya. Hal ini dimaksudkan agar perusahaan dapat meningkatkan efektifitas dan konsistensi kebijakan seleksi, promosi, kompensasi, penilaian kinerja, pendidikan dan pelatihan, perencanaan karir, manajemen kinerja, maupun perencanaan strategis di bidang sumber daya manusia ke titik yang paling optimum.
INTEGRITY

Integritas adalah sebuah konsep konsistensi tindakan, nilai-nilai, metode, langkah-langkah, prinsip, harapan, dan hasil. Dalam etika, integritas dianggap sebagai kejujuran dan kebenaran yang merupakan kata kerja atau akurasi dari tindakan seseorang.

Abundance Mentality

Istilah abundance mentality dalam praktek sehari-hari dapat anda kenali melalui sikap-sikap yang menunjukkan keberanian seorang pemimpin dalam hal:
• Menerima pendapat, saran, masukan bahkan kritik dari orang lain.
• Mendelegasikan wewenang dan siap menghadapi segala resiko yang harus ditanggung.
• Membagikan ilmu atau ketrampilan yang dimiliki kepada anak buah atau orang lain tanpa takut menjadi kalah bersaing dengan orang tersebut.
• Mengakui ketika melakukan kesalahan dan bersedia meminta maaf.
• Memaafkan orang yang bersalah.
• Mengakui keberhasilan orang lain atau competitor

Manfaat Abundance Mentality
Pegawai atau anak buah yang memiliki pemimpin dengan jiwa besar akan mendapat banyak keuntungan. Mereka merasa di encourage oleh si pemimpin sehingga timbul rasa nyaman dan aman karena memiliki pemimpin atau atasan yang berani “menanggung’ mereka. Rasa aman akan memberikan kontribusi besar terhadap motivasi dan kreatifitas anak buah. Dengan sikap atasan yang tidak pelit membagikan pengetahuan yang dimiliki, waktu dan kesempatan yang ada, maka anak buah akan lebih cepat berkembang.
Bagi si pemimpin sendiri, pertama, dia akan menjadi contoh atau panutan yang baik bagi tim. Untuk contoh kasus seperti yang dilakukan Andy Groove di atas, apakah anda memandang rendah karena ide-idenya tidak bisa dipakai lagi di perusahaan tersebut? Tidak, tentu anda akan lebih melihat kebesaran hatinya untuk menerima ide orang lain yang lebih baik, tidak bertahan membabi buta tetapi menerima dengan lapang dada. Justru hal ini menimbulkan respect dalam hati kita. Kedua, hatinya akan menjadi luas, dan terbantu untuk tidak menjadi angkuh dan merasa paling benar. Kesempatan untuk maju menjadi lebih besar karena terbiasa dituntut berkreasi untuk menemukan solusi terbaik.
Perusahaan atau organisasi tentu diuntungkan dengan sikap ini sebab mendukung kelancaran menuju visi dan menghindari benturan karena perbedaan pendapat. Ujungnya adalah menciptakan sinergi dan suasana kondusif bagi perusahaan.

Sekian sebagian ilmu dari saya semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan bagi anda.🙂